Rapat Paripurna DPRD Sumenep Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi Dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI Ke-79
DPRD SUMENEP - Pada tanggal 16 Agustus 2024, DPRD Kabupaten Sumenep menggelar rapat paripurna yang berfokus pada mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-79. Rapat ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Forkopimda, Sekretaris Daerah yang mewakili Bupati Sumenep, serta para Kepala OPD se-Kabupaten Sumenep.
Acara berlangsung di gedung baru DPRD Sumenep dengan suasana yang khidmat dan berjalan lancar hingga akhir. Pidato Presiden Jokowi yang menjadi inti acara ini menyoroti berbagai isu penting terkait pembangunan nasional dan kemajuan bangsa dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-79. Berikut isi lengkap Pidato Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI:.Pidato Ketua MPR RI:.
Bismillahirrahmanirrahim,.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,. Selamat pagi,. Salam sejahtera untuk kita sekalian,. Shalom,. Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan,. Yang kami hormati,. • Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. H. Joko. Widodo, beserta Ibu Iriana Joko Widodo;. • Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Prof. DR. K.H. Ma’ruf Amin, beserta Ibu Wury Ma’ruf Amin;. • Wakil Presiden Republik Indonesia Keenam, Bapak. Jenderal TNI Purnawirawan Try Sutrisno;. • Wakil Presiden Republik Indonesia Kesepuluh dan. Keduabelas, Bapak Drs. H.M. Jusuf Kalla;. • Wakil Presiden Republik Indonesia Kesebelas, Bapak. Prof. Dr. H. Boediono, B.Sc., M.Ec. • Istri Wakil Presiden Republik Indonesia Kesembilan, Ibu. Soraya Hamzah Haz. • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Ibu DR. (Honoris. Causa) Puan Maharani;. • Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Bapak Ir. H. AA La. Nyala Mahmud Mattalitti, M.HP. • Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Ibu DR. Ir. Isma. Yatun, C.S.F.A., C.Fr.A.;. • Ketua Mahkamah Agung, Bapak Prof. DR. H. Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H.;. • Ketua Mahkamah Konstitusi, Bapak Dr. Suhartoyo, S.H, M.H.;. • Ketua Komisi Yudisial, Bapak Prof. Amzulian Rifai, S.H., LL.M. Ph.D.;. • Para Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia;. • Para Pimpinan Lembaga-lembaga Negara;. • Presiden Terpilih Hasil Pemilihan Umum Tahun 2024, Bapak Jenderal TNI Purnawirawan H. Prabowo Subianto. • Para Ketua Umum Partai Politik:. 1. Ketua Umum PDI Perjuangan,. Ibu Prof. DR. (Honoris Causa) Hj. Megawati. Soekarnoputri. 2. Plt. Ketua Umum Partai Golkar,. DR. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si. 3. Ketua Umum Partai Gerindra,. Jenderal TNI Purnawirawan H. Prabowo Subianto. 4. Ketua Umum Partai NasDem,. DR. (Honoris Causa) Drs. H. Surya Dharma Paloh. 5. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa,. DR. (Honoris Causa) Drs. H. Abdul Muhaimin. Iskandar, M.Si. 6. Ketua Umum Partai Demokrat,. Kandidat Doktor H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.SC., M.P.A., M.A. 7. Presiden Partai Keadilan Sejahtera,. H. Ahmad Syaikhu. 8. Ketua Umum Partai Amanat Nasional,. DR. (Honoris Causa) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. 9. Plt. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan,. H. Muhammad Mardiono. • Para Anggota MPR, DPR, dan DPD;. • Yang Mulia para Duta Besar Negara Sahabat;. • Para Menteri Kabinet Indonesia Maju;. • Panglima TNI dan KAPOLRI;. • Para insan pers, media cetak dan elektronik, dalam dan luar negeri;. • Para perwakilan teladan dari seluruh penjuru tanah air;. • Para tamu undangan, serta teristimewa, seluruh rakyat. Indonesia yang berbahagia, di mana pun anda berada. Sidang Majelis dan Dewan, hadirin sekalian yang kami muliakan,. Sesuai catatan daftar hadir yang disampaikan Sekretariat Jenderal, sampai saat ini telah hadir …….. anggota, dari 711 Anggota MPR / DPR / DPD. Dengan demikian, berdasarkan ketentuan Pasal 66 ayat (5) Tata Tertib MPR, dan Pasal 281 ayat (1) Tata Tertib DPR, serta Pasal 256 ayat (5) Tata Tertib DPD, Sidang telah memenuhi syarat untuk dibuka. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Sidang Tahunan MPR Tahun 2024 dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2024, dengan agenda Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara yang akan disampaikan oleh Presiden, dan Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum. Sidang Majelis dan Dewan, hadirin sekalian yang kami muliakan,. Besok, tanggal 17 Agustus 2024, kita akan merayakan sebuah momentum kesejarahan yang maha penting, yaitu ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-79. Sebagai umat beragama, marilah kita songsong dan maknai hari yang sangat penting itu, dengan mengucapkan rasa syukur yang mendalam, atas segala rahmat dan karunia yang telah dianugerahkan Tuhan Yang. Maha Kuasa kepada bangsa ini. Kita meyakini, bahwa kemerdekaan yang kita nikmati, selain dari hasil perjuangan kemerdekaan, adalah atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Dirgahayu negara tercinta, Republik Indonesia,. MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! Bunga kenanga kuncup terbuka. Burung berkicau di atas batu. Sudah 79 tahun Indonesia merdeka. Mari wujudkan Nusantara Baru Indonesia Maju. Buah durian dari Medan,. Makan di bawah pohon beringin di pinggir jalan, Selamat datang para tamu undangan,. Dalam acara Sidang Tahunan. Sidang Majelis dan Dewan, hadirin sekalian yang kami muliakan,. Momentum peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan adalah wahana instrospeksi dan mawas diri, untuk meninjau kembali makna kemerdekaan dalam perjalanan kehidupan kebangsaan kita, apakah dalam usaha menuju cita-cita bangsa itu kita telah bergerak maju, masih stagnan, atau justru mundur ke belakang? Cita-cita Bangsa Indonesia sudah jelas, sebagaimana dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945, yakni melindungi bangsa dan segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Landasan-landasannya-pun telah kita tetapkan bersama. Pancasila sebagai landasan ideologis, landasan moralitas, dan landasan kepribadian Bangsa Indonesia. Pancasila seperti puisi yang menari lembut dalam setiap kata dan kalimatnya, merupakan pernyataan cinta yang tulus dan murni dari para pendiri bangsa untuk seluruh rakyat Indonesia. Ia bukan hanya sekedar lima butir prinsip, tetapi merupakan sebuah komitmen yang. mendalam, sebuah ikrar suci untuk menjaga dan merawat keberagaman serta persatuan kita. Sebagai landasan hukum dasar, sebagai norma dasar tata kehidupan negara dan masyarakat, kita memiliki Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun. 1945. Sebuah dokumen yang bukan hanya menjadi landasan konstitusional bangsa, tetapi juga merupakan wujud nyata dan cita-cita para pendiri negara kita. Setiap pasal dan ayat dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita bisa merasakan getaran hati dan jiwa yang mendalam. Setiap kata adalah ungkapan kasih sayang dan dedikasi yang tulus dari para pendiri bangsa untuk merajut harapan bangsa yang lebih baik.
BACA JUGA :
Pidato Presiden Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-79 Proklamasi Kemerdekaan RI, 16 Agustus 2024.
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,. Selamat pagi,. Salam sejahtera bagi kita semua,. Om Swastiastu,. Namo Buddhaya,. Salam Kebajikan. Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin beserta Ibu Hj. Wury Estu Ma’ruf Amin,. Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia,. Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,. Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia,. Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Lembaga-Lembaga Negara,. Yang saya hormati Bapak Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno,. Yang saya hormati Bapak Dr. (H.C.) H. Muhammad Jusuf Kalla,. Yang saya hormati Ibu Soraya Hamzah Haz,. Yang saya hormati Yang Mulia para Duta Besar Negara-Negara Sahabat dan para Pimpinan Perwakilan Badan dan Organisasi Internasional,. Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, dan KaBIN,. Yang saya hormati para Ketua Umum Partai Politik. Bapak, Ibu, Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,. Para hadirin dan undangan yang saya muliakan,. Tahun ini, genap 10 tahun saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Tahun ini juga genap 5 tahun Bapak Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Sebuah tanggung jawab dan kepercayaan besar yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Sebuah mandat dan amanah besar yang tidak pernah kami pikirkan sebelumnya. Sejak hari pertama saya menerima amanah ini, saya sangat menyadari akan ada banyak gelombang yang harus dihadapi, akan banyak tantangan yang harus diselesaikan. Tapi sedari awal, saya juga yakin dan sangat percaya bahwa saya tidak sendirian. Ada cita-cita dan harapan masyarakat. Ada dukungan dan doa dari rakyat yang selalu mengiringi dan menguatkan. Senyum, sapa, dan doa Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa setanah air semua adalah sumber kekuatan saya. Hari ini, 16 Agustus 2024, di momen terakhir saya dan Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin berdiri di sini, izinkan kami menyampaikan terima kasih yang tulus. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ibu semua. Kepada seluruh rakyat Indonesia di manapun berada, yang selama 10 tahun ini telah dengan kuat bersama-sama melintasi tantangan demi tantangan, menapaki langkah demi langkah, dan menghadapi terjadinya perubahan demi perubahan, sehingga kita sebagai sebuah bangsa yang besar bisa sampai pada titik ini. Titik yang bisa menjadi titik lontar untuk menggapai kemajuan bersama di masa yang akan datang. Alhamdulillah, selama 10 tahun ini kita telah mampu membangun sebuah fondasi dan peradaban baru, dengan pembangunan yang Indonesiasentris, membangun dari pinggiran, membangun dari desa, membangun dari daerah terluar. Sehingga, sampai saat ini kita telah membangun 366 ribu kilometer jalan desa, 1,9 juta meter jembatan desa, 2.700 kilometer jalan tol baru, 6.000 kilometer jalan nasional, 50 pelabuhan dan bandara baru, serta 43 bendungan baru, dan 1,1 juta hektare jaringan irigasi baru. Sehingga, kita berhasil menurunkan biaya logistik dari sebelumnya 24 persen menjadi 14 persen di tahun 2023. Sehingga, kita bisa meningkatkan daya saing dari sebelumnya peringkat 44 menjadi peringkat 27 di tahun 2024. Sehingga, Kita mampu memperkuat persatuan karena akses yang lebih merata dan berkeadilan. Selain itu, ketangguhan kita sebagai sebuah bangsa juga terbukti dari daya tahan dalam menghadapi pandemi COVID-19, dalam menghadapi perubahan iklim, dan dalam menghadapi geopolitik dunia yang semakin memanas. Patut kita syukuri, alhamdulillah, Indonesia merupakan satu dari sedikit negara yang mampu pulih lebih cepat, bahkan terus bertumbuh. Pertumbuhan ekonomi kita terjaga di kisaran 5 persen, walau banyak negara tidak tumbuh, bahkan melambat. Wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku justru mampu tumbuh di atas 6 persen dan Maluku Utara mampu tumbuh di atas 20 persen. Inflasi juga terkendali di kisaran 2-3 persen saat banyak negara mengalami kenaikan yang luar biasa, bahkan ada yang mencapai lebih dari 200 persen. Angka kemiskinan ekstrem mampu kita turunkan dari sebelumnya 6,1 persen menjadi 0,8 persen di tahun 2024. Angka stunting juga mampu kita kurangi dari sebelumnya 37 persen menjadi 21,5 persen di tahun 2023. Tingkat pengangguran juga mampu kita tekan dari sebelumnya 5,7 persen menjadi 4,8 persen di tahun 2024. Upaya perlindungan bagi masyarakat ekonomi bawah juga telah memberi manfaat luas bagi masyarakat. Rp361 triliun anggaran Kartu Indonesia Sehat selama 10 tahun ini telah digunakan untuk membiayai layanan kesehatan lebih dari 92 juta peserta JKN per tahunnya, mulai dari usia dini sampai lansia yang tersebar di seluruh Indonesia. Rp113 triliun anggaran Kartu Indonesia Pintar selama 10 tahun ini telah digunakan untuk pendidikan lebih dari 20 juta siswa per tahun, mulai SD sampai SMA/ SMK di seluruh tanah air Indonesia. Rp225 triliun anggaran Program Keluarga Harapan selama 10 tahun telah dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi sekitar 10 juta keluarga kurang mampu per tahunnya. Dan, Rp60,3 triliun anggaran Pra Kerja selama 5 tahun telah dimanfaatkan untuk menambah keahlian 18,8 juta pekerja yang tersebar di seluruh tanah air Indonesia. Ini adalah pembangunan yang kita cita-citakan bersama. Pembangunan yang menyentuh semua lapisan masyarakat. Pembangunan yang memberi dampak bagi masyarakat luas. Dan, pembangunan yang membuka peluang untuk tumbuh bersama-sama. Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air,. Di sisi lain, kita juga telah mengambil langkah besar untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah dengan tidak lagi mengekspor bahan mentah, tapi mengolahnya dulu di dalam negeri. Walau banyak negara lain yang menggugat, menentang, bahkan berusaha menggagalkan, tapi kita sebagai sebuah bangsa yang berdaulat, sebagai bangsa yang besar, kita tidak goyah, bahkan terus maju melangkah. Dimulai dari nikel, bauksit, dan tembaga yang akan dilanjutkan dengan timah, serta sektor potensial lainnya, seperti perkebunan, pertanian, dan kelautan. Alhamdulillah, sampai saat ini telah terbangun smelter dan industri pengolahan untuk nikel, bauksit, dan tembaga yang membuka lebih dari 200 ribu lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara lebih dari Rp158 triliun selama 8 tahun ini. Kita ingin kekayaan yang ada di negeri ini, anugerah Allah SWT untuk negeri ini, dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, dapat dimanfaatkan semaksimalnya untuk kesejahteraan rakyat. Oleh sebab itu, kita juga telah mengambil aset kita kembali yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak asing, yang selama puluhan tahun diambil manfaat besarnya oleh pihak asing, seperti Freeport, Blok Rokan, dan Newmont. Alhamdulillah, semua itu bisa kita ambil alih kembali. Selain itu, di saat dunia mulai mengarahkan masa depannya ke ekonomi hijau, Indonesia juga tidak ingin kehilangan momentum ini karena Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi hijau, yaitu sekitar kurang lebih dari 3.600 GW, baik dari energi air, angin, matahari, panas bumi, gelombang laut, dan bio energi. Sehingga, kita terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia melakukan transisi energi secara hati-hati dan bertahap karena transisi energi yang ingin kita wujudkan adalah transisi energi yang berkeadilan, yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat. Di sektor teknologi dan digitalisasi, kita juga patut bersyukur. Untuk pertama kalinya, kita memiliki INA Digital. Sebuah digitalisasi layanan pemerintah yang terintegrasi untuk mempercepat dan mempermudah layanan bagi masyarakat. Cakupan elektrifikasi terus kita perluas hingga mencapai 99 persen di tahun 2024, tahun ini. Demikian juga dengan cakupan internet yang terus ditingkatkan hingga mencapai 79 persen di tahun 2024. Ini akan menjadi ekosistem yang baik untuk mendorong digitalisasi UMKM dan pengembangan start up Indonesia, sehingga akan melahirkan semakin banyak entrepreneur muda yang berkualitas di negeri ini. Dukungan produk dalam negeri juga kita berikan perhatian khusus dengan memprioritaskan belanja APBN, APBD, dan BUMN untuk produk-produk dalam negeri. Karena kita ingin apa yang berasal dari rakyat dapat kembali ke rakyat, dan bermanfaat maksimal untuk rakyat. Di bidang hukum, kita juga patut bersyukur. Setelah 79 tahun merdeka, akhirnya kita memiliki Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru sebagai upaya memodernisasi hukum Indonesia, serta UU Cipta Kerja yang merevisi 80 UU dan 1.200 pasal sebagai upaya menderegulasi peraturan yang tumpang tindih. Kita juga sudah memiliki UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual untuk memberikan perlindungan yang nyata, yang kuat, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air,. Ini adalah hasil kerja keras kita bersama. Ini adalah fondasi besar kita bersama. Ini adalah bukti bahwa persatuan kita, bahwa kerukunan kita, bahwa kerja keras dan kegotongroyongan kita dapat membawa Indonesia melompat lebih tinggi lagi. Oleh sebab itu, saya sangat menghargai, sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama seluruh Lembaga Negara dalam menopang lompatan kemajuan Indonesia. Mulai dari MPR RI yang telah berperan aktif memperkokoh ideologi negara, memperdalam rencana penyusunan Pokok-Pokok Haluan Negara, dan menjaga silaturahmi antar tokoh-tokoh bangsa. DPR RI, yang telah menjalankan fungsi legislasi, menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan, merumuskan RAPBN 2025 untuk suksesi transisi pemerintahan, menyelesaikan banyak undang-undang strategis, seperti UU Ibu Kota Negara, UU Daerah Khusus Jakarta, UU Informasi dan Transaksi Elektronik, UU Aparatur Sipil Negara, dan UU Kesejahteraan Ibu dan Anak. DPD RI yang terus mengawal kemandirian daerah otonom, menginisiasi inisiatif rancangan legislasi, melakukan pengawasan pelaksanaan UU dan Perda, serta memberi perhatian khusus terkait agraria dan pangan. Begitu juga dengan BPK RI yang telah mengawasi penggunaan anggaran negara serta memperkokoh kepercayaan dan kepemimpinan Indonesia di dunia internasional melalui keaktifannya dalam organisasi dan forum-forum internasional. Mahkamah Konstitusi RI telah menangani lebih dari 202 perkara pengujian UU dan mengadili sengketa Pemilu. Serta, Mahkamah Agung RI beserta lembaga peradilan di bawahnya yang mengadili dan melakukan penguatan restorative justice untuk menyelaraskan kepentingan korban dan pertanggungjawaban terdakwa tanpa melalui pemidanaan. Komisi Yudisial RI yang telah berperan aktif mewujudkan hakim berintegritas dan berkualitas guna meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap institusi kehakiman di negara kita. Bapak, Ibu, Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,. Sepuluh tahun bukanlah waktu yang cukup panjang untuk mengurai semua permasalahan bangsa. Saya sangat menyadari bahwa sebagai pribadi yang jauh dari kata sempurna, sebagai insan yang tumbuh dalam segala keterbatasan, dan sebagai manusia yang jauh dari kata istimewa, sangat mungkin ada yang luput dari pandangan saya. Sangat mungkin ada celah dari langkah-langkah yang saya ambil. Dan, sangat mungkin banyak kealpaan dalam diri saya. Oleh sebab itu, di penghujung masa jabatan ini, izinkan saya menyampaikan suara nurani terdalam kepada Bapak, Ibu, Saudara-Saudara sebangsa dan setanah air, kepada seluruh rakyat Indonesia, tidak terkecuali satu pun. Saya dan Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin mohon maaf. Mohon maaf untuk setiap hati yang mungkin kecewa, untuk setiap harapan yang mungkin belum bisa terwujud, untuk setiap cita-cita yang mungkin belum bisa tergapai. Sekali lagi, kami mohon maaf. Kami mohon maaf. Ini adalah yang terbaik, yang bisa kami upayakan bagi rakyat Indonesia, bagi bangsa dan negara Indonesia. Saya tahu bahwa hasil yang kita capai pada saat ini belum sepenuhnya tuntas mencapai hasil akhir, belum sepenuhnya sesuai dengan harapan dan keinginan Bapak–Ibu semua. Namun, saya yakin dan percaya dengan persatuan dan kerja sama kita, dengan keberlanjutan yang terjaga, Indonesia sebagai negara yang kuat dan berdaulat akan mampu melompat dan menggapai cita-cita Indonesia Emas di tahun 2045. Terakhir, kepada Presiden Terpilih, Bapak Jendral TNI (Purn.) Prabowo Subianto, tahun depan, Insyallah, Bapak yang akan menyampaikan pidato kenegaraan. Nanti, pada tanggal 20 Oktober 2024, izinkan saya menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan ini kepada Bapak Prabowo Subianto. Izinkan saya juga menyerahkan semua harapan dan cita-cita masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dari pinggiran, dari daerah terluar, dari desa, dan dari pusat-pusat kota kepada Bapak. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan petunjuk dan kemudahan bagi bangsa Indonesia dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada pemerintahan periode mendatang. Dirgahayu Republik Indonesia! Dirgahayu Negeri Pancasila! Merdeka! Merdeka! Merdeka! Terima kasih,. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,. Om Shanti Shanti Shanti Om,. Namo Buddhaya._um.
Gallery Parlementaria
Related Post
Halaman Lainnya
Humas DPRD Sumenep
OnlinePilih Anggota DPRD
Memuat data anggota...




